Senin, 22 Mei 2017

KEUTAMAAN / FADHILAH BERPUASA RAMADHAN

KEUTAMAAN / FADHILAH BERPUASA RAMADHAN

Puasa termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang besar. Rasulullah Saw mendorong umatnya menunaikan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan dan ketinggian kedudukannya karena besarnya kedudukan ibadah yang berkerberkahan itu. Diantara keutamaan puasa antara lain sebagai berikut :
1.    Puasa telah diwajibkan oleh Allah Swt kepada semua umat manusia sejak dahulu
Firman Allah Swt dalam surat Albaqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
2.    Puasa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan
Diantara keutamaan puasa Ramadhan lainnya ialah bahwa puasa itu menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Disebutkan di dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan padala Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu”.
Dalam hadits yang lain, dalam Shahih Muslim, dari  Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Shalat yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, menghapus dosa yang terjadi di antaranya, apabila dijauhi dosa-dosa besar”.
3.    Pahala berpuasa tidak terbatas
Keutamaan berpuasa lainnya adalah bahwa pahala berpuasa tidak terikat atau dibatasi dengan pelipatgandaan tertentu. Pahalanya tanpa hitungan sebagaimana Rasulullah Saw bersabda dalam hadits qudsi :
Allah telah berfirman : “Tiap-tiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi balasan kepadanya. Puasa itu perisai, karena itu apabila salah seorang di antara kamu sedang berpuasa janganlah ia mengucapkan kata-kata yang buruk, keji, dan membangkitkan syahwat, serta jangan pula ia membuat hiruk pikuk dan hingar bingar. Apabila ia dimaki atau ditantang oleh seseorang hendaklah ia berkata : ‘Aku berpuasa, aku ini berpuasa. ‘ Demi Allah yang diri Muhammad di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih baik dan lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi yang harum semerbak. Orang berpuasa itu mempunyai dua kesenangan; jika berbuka ia bergembira karena berbukanya, dan ketika bertemu Rabb-nya ia bergembira karena puasanya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Di dalam riwayat Imam Muslim disebutkan :
Semua amal anak Adam adalah untuknya. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya sepuluh sampai tujuh ratus kali. Firman Allah : ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan memberikan balasan untuknya disebabkan ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku.”
4.    Puasa adalah perisai
Puasa adalah perisai untuk menjaga orang yang berpuasa dari perkataan kotor, keji, dan sejenisnya. Karena itulah beliau Rasulullah Saw berkata : “Jika seseorang dari kamu sedang berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat keji.”
Selain itu, puasa juga membentengi orang yang berpuasa dari neraka sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang baik dari sahabat Jabir r.a bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda : “Puasa adalah perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.”
5.    Barangsiapa mengerjakan kebaikan akan baik baginya
Firman Allah Swt dalam Surat AlBaqarah ayat 184 : “Dan bagi orang-orang yang kuat berpuasa, (tetapi amat berat untuk melakukukannya), wajib membayar fidyah makan seorang miskin. Barangsiapa yang melakukan kebaikan dengan sukarela, maka kebaikan itu teruntuk bagi dirinya, dan apabila kamu berpuasa, itu terlebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
6.    Syafaat kepada orang yang berpuasa
Diantara keutamaan puasa lagi adalah akan memberi syafaat kepada orang yang berpuasa kelak pada hari kiamat. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda :
Puasa dan Al-Quran memberi syafaat kepada hamba Alah pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankahlah aku memberi syafaat baginya.’ Dan Al-Quran pun berkata, ‘Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Lalu syafaat keduanya diterima Allah.” (H.R.Ahmad).
Keutamaan-keutamaan puasa itu tidak akan dapat diperoleh kecuali oleh orang yang melakukan puasa dengan sunggu-sungguh serta menjaga adab-adabnya, karena itu marilah bersungguh-sungguh dalam berpuasa dan jagalah batas-batasnya serta bertobatlah kepada Rabb karena kekurangsempurnaan kita dalam menjalankannya.
Wallohu a’lam bishshowab.
Daftar Pustaka :
-          Buku “Berpuasa seperti Rasulullah”. Saliem Al-Hillali dan Ali Hasan Ali Abdul Hamied. Penerbit Gema Insani Press.
-          Buku “Majelis Ramadhan”. Syekh Muhammad Bin Shalih Utsaimin. Penerbit Gema Insani Press.
-          Buku “Keluargaku di Bulan Ramadhan”. DR. Abdul Wahid Al Wakil. Penerbit Gema Insani Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar