Senin, 27 Mei 2013

Tradisi Keilmuan Islam - 1

Islam memberikan perhatian besar pada ilmu pengetahuan. Di dalam ajaran Islam ilmu pengetahuan memiliki arti penting, tidak hanya sebagai dasar melakukan amalan ibadah, tetapi juga merupakan bekal bagi umat manusia untuk mengemban tugas sebagai khalifah fil ardh. Al quran yang merupakan kitab suci umat islam banyak mengandung pelajaran dan ilmu pengetahuan, antara lain pengetahuan alam, sejarah, muamalah, dan sebagainya. Karenanya dari awal kemunculannya, agama islam,  telah banyak tradisi keilmuan yang ditinggalkan oleh umat islam. Bahkan ketika Islam meraih kejayaannya yakni ketika kepemimpinan diemban oleh umat muslim, tradisi keilmuan tetap dipelihara dan menjadi salah satu tonggak membangun peradaban.



MASA SAHABAT
Setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, umat islam mengangkat para sahabat secara bergantian sebagai pemimpin umat muslim (amirul mukminin). Mereka dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin yang berarti para khalifah yang empat yang memperoleh petunjuk Allah Swt. Masa Khulafaur Rasyidin memerintah selama 29 tahun, yakni dari tahun 632 – 661 H. Khulafaur Rasyidin ini yaitu :
1      Abu Bakar as Shiddiq, memimpin pada tahun 11 – 13 H (632 – 634 M)
2      Umar bin Khaththab, memimpin pada tahun 13 – 23 H (634 – 644 M)
3      Utsman bin Affan, memimpin pada tahun 23 – 35 H (644 – 656 M)
4      Ali bin Abi Thalib, memimpin pada tahun 35 – 40 H (656 – 661 M)

Pada masa sahabat telah dikenal ilmu penafsiran Al quran. Sahabat yang ahli dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran adalah sahabat Nabi Saw yang bernama Ibnu Abbas (wafat tahun 68 H). Al quran yang ditulis pada masa Nabi Muhammad Saw masih hidup, pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar ra dihimpun menjadi sebuah himpunan lembaran. Pada masa khalifah Utsman adalah masa pembukuan Alquran. Saat itu dibuat mushaf Al Qur an yang dikenal dengan nama Mushaf Utsmani, yang berjumlah lima dan kemudian disebar di kota Madinah, Makkah, Basrah, Kuffah, dan Mesir. 
Ketika Umar bin Khaththab menjadi khalifah, ia membangun 3 kota yang menjadi pusat penyebaran dan dakwah Islam yaitu :
1.       Kota Basrah (Irak) pada tahun 15 H oleh utusan bernama Uthbah bin Gaswah
2.       Kota Kufah (Irak) pada tahun 17 H oleh utusan bernama Salman al Farisi
3.       Kota Fustat (Mesir) pada tahun 21 H oleh utusan bernama Amr bin Ash
Kota – kota ini di kemudian hari menjadi pusat pengetahuan di dunia, yaitu terdapatnya perpustakaan terbesar yang dibangun pada masa daulah bani abbasiyah.  Sedangkan pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib dikenal dengan pengembangan ilmu pengetahuannya, salah satunya adalah pemberian tanda bacaan Al Qur an.

Diolah dari berbagai sumber, referensi utama Buka Agama untuk SMA 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar